Research

Alur Pembuatan dan Penyebaran Berita Mahasiswa Pada Media Siber

30/12/2016 | by | 0 komentar


Mfc, Bandung – Menanggapi fenomena yang terjadi saat ini dalam lingkup Universitas Telkom (baca : Pendayagunaan Media Siber di Universitas Telkom), dapat kita teliti bagaimana cara menyampaikan informasi secara aktual dan terpercaya melalui media website, agar sebuah media berita dapat lebih unggul ketika bersaing dengan para pesaingnya. Sebagai langkah awal, kita dapat membuat sebuah kerangka alur informasi, dari pembuatan konten hingga akhirnya sampai kepada pembaca, yang mayoritas adalah mahasiswa. Kerangka tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

kerangka teoretik

Kerangka teoretik

Berdasarkan kerangka tersebut, alur pembuatan dan penyebaran konten berita antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Isu dibuat menjadi naskah berita dibuat dengan memerhatikan aspek-aspek jurnalistik, yang menjawab 5W+1H
  2. Naskah berita yang telah dibuat kemudian dituliskan dalam sebuah website, yang selalu memiliki beberapa elemen visual seperti layout, ilustrasi, tipografi, dan warna
  3. Berita dalam website tersebut dipublikasikan melalui media sosial, guna menjangkau penyebaran informasi yang lebih menyeluruh kepada masyarakat (atau dalam hal ini, mahasiswa)
  4. Pembaca yang membuka tautan pada media sosial tersebut, akan diarahkan kepada halaman berita pada website, dan akan melihat user interface yang tersusun dari elemen-elemen visual dari website tersebut
  5. Pengalaman yang dirasakan langsung oleh pembaca (atau dapat disebut dengan user experience) dari menggunakan serta mengakses layanan dari media tersebut, dapat kita jadikan parameter keberhasilan dalam penyebaran informasi secara aktual dan terpercaya, sehingga media tersebut dapat unggul dalam bersaing dengan media lainnya yang serupa

Uraian

Untuk dapat lebih memahami kerangka di atas, sebaiknya kita uraikan terlebih dahulu poin-poin yang telah disebutkan di atas. Pertama, memerhatikan aspek-aspek jurnalistik dalam membuat berita, karena jurnalistik itu sendiri merupakan sebuah bentuk komunikasi yang menjawab pertanyaan 5W+1H. Hal tersebut menjadi penting, karena dapat menjadi sebuah nilai dalam kepercayaan pembaca terhadap berita yang disajikan. Di samping itu, pengelola media juga harus mengingat beberapa fungsi dari media massa, seperti menghimpun dan menyebarkan informasi, memberikan pendidikan, berperan sebagai media hiburan, serta menjadi alat kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

students

Students Telkom University, salah satu portal berita mahasiswa

Kedua, website. Sebagai media informatif, pada umumnya website tersebut lebih menekankan pada kualitas bagian kontennya yang dapat diunduh dengan cepat. Kemudahan bernavigasi, keterbacaan tulisan, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan elemen visual menjadi penting, karena tujuan dari website ini adalah sebagai sarana komunikasi. Guna menunjang nilai aktualitas dari informasi yang disebarkan, website ini juga harus dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik desktop maupun mobile.

Kemudian masuk kepada ranah media sosial. Seperti yang sudah kita ketahui, media sosial merupakan suatu bentuk media siber untuk memudahkan proses komunikasi, yang memungkinkan penggunanya untuk merepresentasikan dirinya masing-masing untuk saling berinteraksi, berbagi, bekerja sama, maupun membentuk ikatan sosial, tanpa perlu melakukan komunikasi secara langsung. Media sosial ini seakan menjadi kebutuhan primer di kalangan mahasiswa, salah satunya untuk mendapatkan informasi. Pada praktiknya, media sosial ini selalu mengalami pergeseran, mahasiswa selalu berpindah ke media yang lebih baru dikarenakan berbagai alasan, seperti menurunnya popularitas, maupun ada media sosial baru yang lebih unggul jika dibandingkan dengan yang sudah ada.

Terakhir, user interface dari website yang disajikan kepada pengguna. User interface mengambil peranan dalam memudahkan pembaca dalam menggunakan serta menikmati website berita tersebut. Dari semua aspek yang dirasakan oleh pembaca dalam mendapatkan informasi tersebut, akan muncul sebuah user experience yang akan menentukan apakah media tersebut sudah baik atau belum, apakah media tersebut sudah sukses atau bahkan dianggap gagal oleh pembacanya dalam menyampaikan informasi.

Asumsi

Akhirnya, dapat ditarik asumsi bahwa untuk menyampaikan informasi terkait kampus menggunakan website secara aktual dan terpercaya, konten yang disajikan harus mengandung 5W+1H, website harus bisa diakses melalui berbagai perangkat, pengelola media selalu mengikuti tren dalam penggunaan media sosial, serta website memiliki user interface yang memudahkan penggunanya.

Setelah mendapatkan asumsi seperti yang telah disebutkan di atas, apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai mahasiswa, khususnya pengelola dari media siber yang memberitakan kegiatan akademis maupun non-akademis kampus?

(Mfc)

Sumber :

  • Faizal, Mochammad, et al, (2016), Penggunaan Website Portal Berita sebagai Media Penyampaian Informasi Universitas Telkom, Universitas Telkom, Bandung.
  • Galitz, Wilbert O., (2007), The Essential Guide to User Interface Design : An Introduction to GUI Design Principles and Techniques, Wiley Publishing, Indianapolis.
  • Harcup, Tony, (2005), Journalism, Principles and Practice, Vistaar Publications, New Delhi.
  • Garrett, Jesse James, (2011), The Elements of User Experience : User-Centered Design for the Web and Beyond, New Riders, Berkeley.
  • Nasrullah, Rulli, (2015), Media Sosial, Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi, Simbiosa Rekatama Media, Bandung.
  • Suyanto, Asep Herman, (2009), Step by Step Web Design Theory and Practices, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  • Zaenuddin HM, (2011), The Journalist, Bacaan Wajib Wartawan, Redaktur, Editor, & Para Mahasiswa Jurnalistik, Simbiosa Rekatama Media, Bandung.

Tinggalkan komentar

78 query dalam 0.812 detik.